Rabu, 21 Desember 2011

Lelah

Ketika sesuatu tak berjalan sesuai harapanmu. Ketika harapan tak berubah menjadi kenyataan. Kau merasakan ingin berhenti sejenak untuk bernapas. 


Ketika kau telah berjalan begitu jauh untuk sesuatu dan ternyata tujuanmu tak juga terlihat. Kau terus berjalan tetapi terus juga menyadari bahwa yang benar-benar kau inginkan ternyata bukan hal ini. Kau menengok kebelakang dan begitu banyak kesempatan lain yang terlanjur kau sisihkan.


Ketika kau mencintai seseorang dengan sangat kuat. Kau dikecewakan dan kau memaafkannya lagi. Dan itu ternyata menjadi lingkaran yang tak pernah terputus. Dikecewakan dan memaafkan. Dikecewakan dan memaafkan kembali. Hingga suatu hari ketika terbangun di pagi buta, kau teringat cinta pertamamu yang tak pernah mengecewakan. Dan kau menghilangkannya tanpa pikir panjang.


Ketika kau berusaha tampil baik di depan semua orang. Kau ukir senyum terbaik di hari yang gerimis dan kau benci gerimis. Ironis. Ketika kau berusaha memeluk kucing bosmu dan kau alergi kucing. Kau berusaha menelan kopi di setiap meeting dan kau memuntahkannya kembali di kamar mandi.


Lelah kawan. Terkadang kita merasa lelah untuk sesuatu yang sedang kita perjuangkan. Tapi jangan berhenti berharap—karena kau akan mati.

Mengalah..


Hal yang mungkin saja selalu kau sisihkan ketika terpikirkan, karena kamu merasa harus melakukannya. Kamu katakan pada dirimu sendiri, ‘menjadi manusia baik salah satunya harus melewati yang ini’. Lalu kemudian semua terjadi berulang kali.

Mengalah bukan berarti kalah, bila kau melihat melakukannya adalah sebuah kemenangan. Tetapi ketika itu telah menjadi kebiasaanmu, bagaimana itu bukan sebuah kekalahan? Dan kemudian kau tertunduk di bawah langit kelabu. Bertanya, ‘mengapa harus aku, lagi-lagi?’

Aku meyakini tidak lah mudah menjadi ‘si baik hati’ di segala musim. Menjadi ‘si penyabar’ di segala kenyataan. Menjadi ‘si bodoh’ di segala kebahagiaan milik orang lain. Maka dari itu, Tuhan menciptakan perasaan agar kita bisa merasakan apa yang ‘baik’ dan bagian ‘buruk’ mana yang harus ditinggalkan. Tapi meninggalkan yang satu ini terkadang terasa seperti menghianati diri sendiri.

Seorang anak perempuan kecil berlari ke arah ibunya, merengek sebuah logam 500 rupiah untuk membeli sebutir permen. Lalu sang ibu berkata, kau telah menghabiskan 2 butir 500 sepanjang siang, dan itu belum cukup? / aku bukan menghabiskannya ibu, aku baru menggunakan sebutir 500 dan sebutir 500 yang lain hilang./ lalu sang ibu memanggil sang kakak, berapa butir 500 yang kau punya? Sang kakak dengan semangat bicara, aku punya 2 butir yang utuh ibu!/ kalau begitu beri satu butir untuk adikmu./ Tapi ini punyaku, sebutir yang kupunya ingin kusimpan di celengan babiku. Dan aku tidak ingin menghilangkannya./ Sang Ibu bertolak pinggang lalu berucap, Ini bukan permohonan, ini perintah. Adikmu menghilangkan satu miliknya. Dan kau masih punya dua. Dan ibu tidak berniat mengeluarkan butir lain yang baru.

Saya tak pernah punya adik. Tetapi saya tau ‘mengalah’ yang telah banyak ‘kakak’ berikan pada adiknya. Mereka mungkin melakukannya karena terpaksa. Mereka merasa terpaksa melakukannya, karena mereka belum mengerti. Tapi itu bukan terpaksa, jika pada akhirnya kau benar-benar melakukannya. Bagiku tidak ada yang terpaksa dalam hidup ini. Semua yang terjadi adalah sebuah porsi yang harus kau makan dengan baik, agar tak merusak pencernaanmu.

Semua yang berani mengalah adalah seorang pahlawan. Tetapi semua yang terjebak di dalamnya bukan lah pahlawan yang jelek. Mereka cukup baik untuk melalui hidup. Hingga akhirnya mereka akan bahagia dengan porsi-nya.

Jika sudah terlanjur terjebak, dan tidak ada jalan keluar. Bukan berarti kau tidak bisa menciptakan bahagia di tempat yang lain. Kau hanya perlu belajar berkata ‘tidak’ sewaktu-waktu. Dan bilang, ‘Ini giliranku. Kau hanya perlu menunggu hingga giliranmu datang kembali.’


Lalu kau hanya perlu mensyukuri karena kau punya cadangan 'pengertian' melebihi orang-orang disekelilingmu. Dan ketika mereka tak cukup menghargainya, Tuhan masih melihatmu. Mungkin terdengar bodoh--tapi percayalah menjadi pintar juga bukan hal yang melulu bahagia.

Senin, 19 Desember 2011

Galau versi anak band

Selama ini, sadarkah anda...
Bahwa...
Lagu-lagu yang selama ini berseliweran ditelinga anda semua mengandung "galau" yang sangat dalam.
Berikut contoh potongan lagu galau dari band-band indonesia.

Galau ala D'masiv:
"Apa salahku, kau buat begini? Tak ada sedikitpun niat tuk serius kepadaku. Katakan yang sesungguhnya, jangan mau tak mau seperti ini"
Lagu ini pasti berasa banget ya buat yang udah deket tapi ga ditembak-tembak. Gantung.
Sleketep.

Galau ala Kangen band:
"Kamu dimana? Dengan siapa? Semalam berbuat apa?"
Beuh... Buat yang punya pacar, tapi pacarnya gak ngabarin.
Lo pasti khawatir kan?!!! Iya kan??!!! Galau kan??!!!
Lo patut nyanyiin lagu ini didepan muka doi sambil megang piso dapur.
Dijamin... Pasti putus :') *doi malah mikir lo psikopat* Terutama kalo lo nyanyi sambil mainin poni kaya kangen band ;)

Galau ala Nidji:
"Yakinkan aku Tuhan, dia bukan milikku. Biarkan waktu, waktu hapus aku"
Gue pikir lagu ini buat lo yang udah putus, tapi masih berharap dan ragu-ragu buat lupain mantan.
Maka, dikala lo berdoa kepada Tuhan YME.. Nyanyikanlah lagu ini :')

Galau ala Ungu:
"Mungkin ini memang jalan takdirku, mengagumi tanpa dicintai"
Ini udah jelas, buat orang yang cuma mendam-mendam perasaan aja tanpa aksi nyata.
Mungkin ini lah lagu kebangsaan buat mereka :')

Galau ala sheila on7:
"Selamat tinggal, kekasih gelapku. Semoga cepat kau lupakan aku. Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu"
Ini gue kurang ngerti, pihak yang selingkuh yang galau karena harus meninggalkan selingkuhannya atau selingkuhannya yang galau karena harus mencari kekasih sejatinya....

Galau ala Kotak:
"Lepaskanlah ikatanmu dengan aku biar kamu senang. Bila berat melupakan aku, pelan-pelan saja"
Ini kayanya lagu buat gue deh.. Buat si A... *eh curhat hahaha
Buat yang pacarannya udah yang ogah-ogahan tapi masih mau terus mempertahankan.. ckckck

Galau ala Tangga:
"Maafkanlah bila ku selalu membuatmu marah dan benci padaku, kulakukan itu semua hanya untuk buatmu bahagia. Mungkin, ku cuma tak bisa pahami bagaimana cara tunjukkan maksudku"
Lirik ini menggambarkan posisi seseorang yang seseorang yang sering salah atau dinilai salah aja sama pacarnya.
Ga tau emang pacarnya yang emosian dan punya darah tinggi tuh *eh

Galau ala Rocket Rockers:
"Dia telah berubah, tak seperti dulu menemaniku dan tak ada lagi senyumnya"
Ini buat yang....... Pacarnya udah berubah kali ya...
Udah ga kayak pas awal-awal pacaran dulu gitu.
Misalnya di awal si pacaenya itu ngelucunya kaya sule, kalo sekarangnya kaya eko patrio. Garing.

Galau ala Numata:
"Tulusnya cintaku tak pernah tersadar olehmu, kau biarkan kisah kita berlalu. Kandas cintaku..."
Yah, ini sih buat orang yang mencintai dengan tulus tapi di sia-siain gitu sama pacarnya.
Kaya kisah gue hahaha *curhat lagi.

Sebagai bonus, gue sertakan foto band galau Indonesia.

This is it!

HUAHAHAHAHAA

Sabtu, 17 Desember 2011

Situ oke?

Ini curhat, unek-unek, ga suka? Jangan dibaca. Ga ada yang maksa yah!!!!
Lagi emosi berat, berat banget.
Manalah ini pilek, batuk dan dada sakit banget.
Dan saat gue tau diomongin gitu, gilakkkk...
Jantung gue degub ga karuan.
Tega ya... Ada ya...
Itu yang gue pikirin.


Oke, cerita awalnya begini.
Ada seorang teman, sebut saja Bunga Huahaha
Doi baru putus sama pacarnya, dia suka ngirim dm.
Gue awalnya juga aneh, ada apa nih.
Gue kira doi ga suka sama gue hahaha
Merasa senasib kali sama gue jadi kita jadi suka cerita.
Makin lama makin dekat, cerita doi makin sedih aja bro.
Dari yang mantannya yang sekelas ga peduli lagi sampe temen sekelas yang gitu deh.
Sebagai manusia, gue nyoba memposisikan diri sebagai dia.
Gue kenalin doi sama cowok, gue ajak ketemu buat cerita. Gue selalu suka ngebantu :)

Nah..
Tragedinya ini pas ketemu ini, mas mba.
Gue kira doi sendiri, ternyata sama temennya.
Sebut saja Mawar (macam berita pemerkosaan)
Gue asik aja ngobrol sama Bunga ini, gue sama temen juga.
Gue berusaha ramah sama Mawar ini, dia temen sekelas mantan gue.

Dan keesokan harinya, teh Bunga ini minta maaf.
Gue tanya kenapa dia ga mau jawab, tentang anak kelas katanya.
Gue punya feeling gak enak.
Tapi doi tetep keras hati cerita waktu ketemu.

Nah malam ini gue chat sama doi, gue balik nanya tentang cerita waktu itu yang kepotong.
Doi cerita gini....
Jadi tuh pas ketemuan, si Mawar itu ngerekam gue boooo.
Buat ditunjukkin ke anak kelas, buat jadiin gue bahan ketawaan.
Disuruh katanya.
Mereka ngomongin gue gak cantik, tentang blog gue juga.
Marah? sedikit. Sedih? iya
Mereka tuh kok bisa ya gitu..

Maksud gue, salah gue apa?
Gue kenal, kaga. Punya masalah, apalagi deh.
Dan apa sih urusan mereka?
Apa mereka udah oke banget ngomongin gue?
Mereka kurang kerjaan ya...

Iya, gue gak cantik. Gak cantik macam-macam anak gaul gitu.
Gue gak di behel, rambut gue gak belah tengah.
Intinya gue gak cantik.
Tapi hal itu gak bikin mereka bisa seenaknya dong gituin gue, gue kan juga punya perasaan, manusia juga.
Sama kaya mereka, kalo mereka di posisi gue gimana???
Enak gak sih??
Dan blog gue? Gak usah dibaca kalo gak suka.
Walaupun gak jelas blog gue ini...

Gue sempet mikir buat nge-iyain suruhan bokap buat pindah ke Jakarta.
Tapi....
Masa sih cuma karna diomongin gini doang gue kabar?
Solusi satu-satunya ya dengan gak berhubungan dengan mereka itu.
Dengan teman-teman sekelasnya mantan gue.
Baru kali ini, gue pacaran sama satu orang eh ributnya sekelas.
Terlalu banyak mulut.

Udah sakit banget deh hati gue, gak ikhlas gue.
Dendam, masalahnya gue gak salah apa-apa!
Oke, kalo gue duluan yang ngomongin. Ini?

Sebelumnya, gue pikir mereka itu kawan.
Ternyata mereka itu lawan yang menyerupai kawan :')
Apes, udahlah disakitin sama mantan gue eh pake disakitin pula ini hati sama temen-temennya.
Gak ada puasnya, bombardir aja hatiku. #eaaa

Orang hina itu yang ngomongin orang lain tanpa berkaca pada diri sendiri, suka nya ngomongin aib orang lain. Gue pernah baca "barang siapa yang membicarakan keburukan (aib) saudaranya sesama muslim niscaya aib-nya pun akan di bicarakan oleh yang lain" Gue percaya..

Gue nulis ini buat ngungkapin aja sih, betapa kecewanya gue.
Gak maksud buat nyari masalah, nyindir, atau ngerasa weey gue lebih keren.
gak, gue gak ada apa-apanya. Gue cuma makhluk yang penuh dengan kekurangan..
Oh iya, si Bunga juga ngaku kalo doi ngomongin gue.
daripada stres cuma diem aja, katanya.
Lah? jadi ini sebenernya gimana?
Makin pusing gue.
Intinya yaaaaaa...
Jangan suka ngurusin yang bukan jadi urusan kalian.
Daripada mulutnya dipake buat bikin dosa, mending buat baca-baca doa biar sukses tuh UN & SNMPTnya :')
Ternyata, kenal sama mantan gue itu bikin hidup gue rumit.
Tapi gue selalu menghadapi masalah itu "yang besar dikecilkan, yang kecil dihilangkan"

Dan buat orang yang suka ngomongin orang lain,
Sudahkah anda berkaca hari ini?
SITU OKE?!!!
Nobody perfect, right?
No offense!

Jumat, 16 Desember 2011

Mencintaimu sekali lagi..

Mungkin, setelah bertahun-tahun lamanya takdir mempertemukan kau dan aku lagi, berhadap-hadapan dan sama-sama bingung memulai percakapan.
Harusnya "Apa kabar?" dan "Aku selalu memikirkanmu" bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita.

Tapi, kau bergeming ditempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu.
Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu.
Tak ingin kau menyentuhku semudah itu.
Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu.

Kulawan semua godaan yang menghampiriku dan ingin pergi jauh-jauh darimu...
Meskipun yang kulakukan justru berusaha menahanmu di sisiku lebih lama lagi.
Kukatakan sudah berhenti memikirkanmu-tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.

Aku benci tak jujur kepadamu.
Namun, lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta lagi untuk kedua kali.

Membuatku jatuh dan terluka lagi........

Kamis, 15 Desember 2011

(Just like) starting over - John lennon

Our life together is so precious together
We have grown, we have grown
Although our love is still special
Let's take a chance and fly away somewhere alone 

It's been too long since we took the time
No-one's to blame, I know time flies so quickly
But when I see you darling
It's like we both are falling in love again
It'll be just like starting over, starting over 

Everyday we used to make it love
Why can't we be making love nice and easy
It's time to spread our wings and fly
Don't let another day go by my love
It'll be just like starting over, starting over 

Why don't we take off alone
Take a trip somewhere far, far away
We'll be together all alone again
Like we used to in the early days
Well, well, well darling 

It's been too long since we took the time
No-one's to blame, I know time flies so quickly
But when I see you darling
It's like we both are falling in love again
It'll be just like starting over, starting over 

Our life together is so precious together
We have grown, we have grown
Although our love is still special
Let's take a chance and fly away somewhere 

Starting over...

Love - John lennon

Love is real, real is love
Love is feeling, feeling love
Love is wanting to be loved 

Love is touch, touch is love
Love is reaching, reaching love
Love is asking to be loved 

Love is you
You and me
Love is knowing
We can be 

Love is free, free is love
Love is living, living love
Love is needing to be loved