Selasa, 13 Desember 2011

Siapa kamu?

Siapa kamu? Tertawa dan berdiri menghinaku dibelakangku.
Cukup hebatkah kamu? Apa pekerjaanmu?
Tak bisakah kau mengurusi dirimu sendiri dan tak perlu mencampuri kehidupanku?

Hidupku sudah cukup rumit, teganya kau memperumitnya.
Aku pikir tak ada lagi tempat di hatiku untuk mendendam padamu, semuanya telah kuberikan bagi dia disana yang telah melangkah pergi meninggalkanku.

Tutuplah mulutmu, aku tak peduli apa katamu.
Biarlah aku jalani hidupku tanpa kamu harus untuk mengomentarinya.
Lihatlah bayanganku, ia tegap berdiri tetapi dikenyataannya air mataku jatuh tanpa henti.

Aku tak peduli kau membenciku, kau pikir kau cukup hebat untuk membuatku jatuh?
Aku sudah jatuh, bagaimana inginmu? Haruskah aku terpuruk selamanya?
Bantulah aku berdiri, walau sekedar uluran tanganmu.
Jangan membicarakanku, aku punya hati sepertimu.
Tunjukkan taringmu, kemarilah..
Ingin kuajarkan caranya menghargai perasaan orang lain.

Saat ini aku dibawah, tapi roda selalu berputar...
Suatu saat kau akan rasakan seperti apa rasanya..
Terpuruk, terjatuh tanpa seorangpun mengulurkan tangan untukmu.
Teman tempatmu berbagi tawa berbalik mentertawakanmu.
Dan saat itu tiba, aku akan mengulurkan tangan untukmu, Kawan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar