Minggu, 11 Desember 2011

Sebuah pesan untukmu, dulu

Tak akan pernah ada yang dapat kuucapkan. Selain aku membutuhkanmu.
Tanpa syarat dan ketentuan yang berlaku.
Hanya ingin kau. Hanya kau saja.


Entah mengapa hal lain menjadi tak semenarik sebelumnya.
Semua dimulai ketika jasad dan jiwamu datang dalam kotak hidupku.
Kau membuka kuncinya, dan akhirnya aku dapat melihat dunia dengan lebih baik
Tak akan pernah ada yang dapat kuucapkan. Selain aku selalu ingin ada bersamamu. Mendengar detak jantungmu berdegub, aliran darah dalam arterimu mengalir, dan potongan-potongan nada tak beraturan yang tergantung dalam suaramu yang dapat melumerkan ke-egoisanku.


Aku tahu ini memang cinta. Tanpa syarat dan ketentuan. Tanpa tarif dan beban pajak. Aku hanya ingin kamu. Menemaniku duduk dibawah pohon yang kita tanam bersama, saat kita sama-sama lanjut usia. Menertawakan sebagaian gigiku yang mulai tanggal dan menghitung setiap kerutan kasih sayang yang membentuk garis-garis horizontal di keningmu. Dan aku akan menyapu poni putih yang jatuh dikeningmu sembari berkata, “Keriputmu membuat aku jatuh cinta lebih dalam dan aku tak akan tertolong lagi..”


Aku yakin. Bahwa kau akan menjadi Ibu yang baik bagi anak-anakku. Menjadi nenek yang bijaksana bagi cucu-cucuku. Menjadi istri yang akan menjadikanku sesuatu. Aku tahu itu.

Dan itu tidak akan terjadi. Karena aku hanya memilikimu dalam mimpi. Itu pasti akan terjadi-tetapi tidak denganku. Karena kau, memilih yang lain.

Tetapi terimakasih. Karena kamu telah mengijinkanku untuk pernah memimpikannya.

Dan walau tak mengijinkanku menjadikannya kenyataan.



(sebuah pesan yang tak pernah diberikan pada seseorang)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar