Jumat, 09 Desember 2011

Kamu, cita-cita dan kenyataannya

Bahagia, aku tak tahu apa itu sebelum aku bertemu denganmu. Mungkin sebelumnya hanya kesenangan.
Cita-cita, aku tak tahu secara pasti sebelum aku mengenalmu. Belum kutemukan cara untuk mewujudkannya.
Dan saat itu kau hadir, mengisi hari-hariku. Tahukah kau? Semenjak bersamamu aku selalu menyukai lelaki cerdas. Tak seperti yang sebelumnya. Kau merubahku, caraku berpikir.

Masih terbayang jelas, sore itu. Hujan dan berdua didalam mobilmu. Kita bercerita tentang cita-cita. Kamu bilang, sempat ragu saat memilih jurusan di SMA, tapi kamu memilih untuk menuruti kemauan orang tua mu untuk masuk IPA dan arsitek menjadi jurusan pilihanmu saat nanti akan kuliah. Kau tanyakan aku.. Hukum, Aku ingin menjadi hakim seperti ayahku. Ku bilang.
Dan selanjutnya, aku begitu bersemangat membayangkan beberapa tahun lagi kita akan menggapai impian itu. Bahkan 7 tahun lagi katamu, kita akan hidup dalam satu rumah. setelah kita sukses. Bersama.. Itu katamu.
Memang, terlalu jauh pikirku. Tapi, hanya sekedar rencana apalah salahnya.
Kubilang, ketika kamu berhasil masuk universitas negeri aku akan memberikan inginmu. Aku akan menutup jejaring sosialku, twitter. Hal yang selalu membuat panas hatimu, dan membuat orang-orang asing itu berhenti mengomentari kehidupanku. Itu janjiku.

Tanpa pernah, kita merencanakan bahwa kita akan kehilangan satu sama lain.
Tidak, bukan tidak pernah. Rasanya aku hanya takut untuk merencakannya.

Akhirnya aku kehilanganmu.
Semuanya... Seperti naskah film yang sudah selesai tapi gagal pembuatan filmnya. Film itu tak pernah tayang.

Mungkin, 7 tahun lagi...
Kau berhasil menggapai cita-citamu, menjadi arsitek (tanpa aku) atau mungkin kau memilih untuk memilih jurusan lain. Ntahlah...
Dan aku, menjadi bu hakim atau mungkin malah bekerja di bank. Terlalui gelap, aku tak tahu...

Aku tetap mencari seseorang sepertimu, yang mampu membuatku bersemangat. Selain daripada orang tuaku.
Belum kutemukan.
Tapi, aku berharap kamu.

Berusaha, selalu. Tapi berdoa hanya untuk dipertemukan kembali dengan seseorang sepertimu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar