Minggu, 11 Desember 2011

Jatuh Cinta

Sesungguhnya menulis ini, karena sulit melakukannya. Sulit menemukan seseorang yang sanggup membuat isi perutku; penuh dengan kupu-kupu. Begitu kata perempuansore dalam blog-nya. 

Mungkin karena pernah melakukannya sekali yang terlalu dalam lalu sulit pergi dari “cinta” yang sebenarnya telah mematikan dirinya. Jujur saya tidak suka cinta yang menye-menye, walau pun nyatanya cengeng bukan kepalang. Entahlah, mungkin hanya merindukan, “jatuh cinta” sebesar yang “dulu” pernah ada. 

Dulu itu...

Mampu merindukannya hingga keluar air mata
Bila tak bertemu. Maka akan sakit perut

Dulu itu...

Mampu mencintainya tanpa banyak kekhawatiran
Bila tak mengaku. Maka seperti kehilangan keseimbangan

Dulu itu...

Mampu memimpikannya bahkan sebelum benar-benar tertidur
Bila gagal terlelap. Maka semalaman akan terjaga membicarakannya

Tentu dengan kata-kata

Aku rindu “jatuh cinta” (yang dulu)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar