Sabtu, 10 Desember 2011

But not for me

Gue dalam perjalanan menuju tidur sebelum akhirnya mutusin buat ngepost tulisan ini di blog. Gue kembali mikir malam ini, lagi dan lagi alesan gue 'belum' bisa move on.
Kalo gue disuruh jawab mungkin karna perasaan ga ikhlas karna gue 'kalah'. Malam ini gue coba ikhlas.
Sebelumnya gue kembali ingat dan ingat lagi semua kebaikan dia, mengenang kembali semua kelucuan yang selalu bikin kita bisa puas ketawa bareng. Malam ini gue nyoba mikir sebaliknya.
Dan tau hal yang aneh? Air mata gue jatuh sembari gue mulai nulis ini. Mungkin ini sulit, mencoba ikhlas kembali menerima 'kekalahan' gue. Ya, gue kalah (dan lagi)




Gue inget, saat itu 8 bulanan kita. Masih seperti biasa ga ada yang aneh. Gue masih ketawa dan begitupun dia.
Tapi, tiga hari kemudian, semuanya berubah. Selanjutnya cuma ada tangisan gue dan kebohongan-kebohongan dia buat ga nyakitin hati gue. "aku homo" "aku ditembak temen sekelasku yang banci" (yang ini bener) yang akhirnya gue tahu itu cuma alesan.
Dia bilang cuma gak tega. Menurut gue itu lebih daripada tega.
Gue bilang, "kok bisa kamu gitu??!!!! Sebelumnya kita......" Suara gue mulai sumbang, nahan isakan tangis. "Aku matiin nih ya telfonnya kalo kamu nangis" dia bilang, dengan mudahnya. "Jangaaaaan, aku mau tahu alesannya" gue memohon. "aku bisex, puas kamu??!!" Telfon pun dimatikan. Alasan sederhana itu, menyakitkan. Dan sampai sekarang, gue tetep ga tahu apa alesan dari kita putus. Gue udah gak mau tau lagi.


Kejadian itu teringat-ingat kembali. Gimana caranya yang sederhana itu mampu menghancurkan hati gue. Hancur lebur.
Dan saat terakhir kita bertemu, atas apa yang udah kita lakuin saat itu. Dia lakuin ini lagi ke gue.
Dia hilang, delete dan mungkin nganggep gue cuma cewek labil bego yang selalu berhasil dia bodoh-bodohin.
Gue emang bego, tapi gue ga mau selamanya jadi itu.


Ini malam terakhir kalinya. Terakhir kalinya air jatuh dari pelupuk mata gue buat dia. Terlalu sakit gue rasa. Sebelumnya gue ga pernah lakuin ini. Ngebenci? Gak mungkin, gue pikir sebelumnya.
Tapi malam, I'll do it!


"Although I can't dismiss the memory of his kiss, I guess he's not for me.. No, he's not for me"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar